TROPEDO.ID – Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK pada Belanja pemeliharaan gedung di Gedung Mahligai Rakyat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangka Selatan tidak ada komitmen.

“Beberapa waktu lalu disuatu media Nasional menyatakan proyek pemeliharaan atau rehabilitasi kantor itu akan sesuai dengan waktu yang ditetapkan, namun kenyataannya jauh panggang dari api,”kata salah satu warga Toboali Yanto kepada Wartawan di Toboali, Rabu(4/10).

Ia menduga ada permainan dibalik keterangan dari PPK kegiatan itu karena tega membodohi dan membohongi rakyat yang telah membayar Pajak kepada daerah ini.

Baca Juga: Proyek Pekerjaan Rehab Gedung DPRD Basel Sedot Anggaran 3,8 Miliar Rupiah 

“Proyek itu terlaksana atas partisipasi masyarakat dalam membayar Pajak itu sudah jelas sementara informasi yang diberikan pejabat malah membodohi rakyat, ada apa ini,”tanya dia.

Menurut Pria penyuka kopi O ini perilaku pejabat seperti itu tidak layak mendapatkan hak yang telah diberikan kepadanya karena tidak sesuai dengan kinerja.

Baca Juga: Kantor Cabdin Basel Berpotensi Dibongkar? Masyarakat Diajak Awasi Proyek Ini

“Biasanya kalau ada mutasi pasti dalam keterangan mutasi setiap pejabat akan diberikan kewajiban dan hak sesuai dengan pangkat dan golongan, namun PPK ini hanya mau hak saja dan tidak mau menjalankan kewajiban,”katanya.

Ia menjelaskan informasi awal yang diterima dari sebuah media massa bahwa proses pembangunan akan sesuai dengan spesifikasi dan waktu yang ditetapkan.

Baca Juga: 80 % Progres Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan, Target Oktober 2023 Rampung

“Ketika di cek ke lapangan,kejadian berubah menjadi 360 derajat, berbanding terbalik dengan kenyataan, apa gunanya membodohi rakyat,”kata dia.

Dirinya berharap PPK segera memberikan keterangan yang sebenarnya tanpa perlu rekayasa,berani jujur itu hebat seperti slogan KPK.

“KPK sudah jelas membuat slogan berani jujur hebat, tapi PPK ini kok malah nggak jujur, jadi tambah hebat pejabat itu,”ujarnya.

Sekwan DPRD Bangka Selatan Mulyono sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen PPK kegiatan itu hingga saat ini belum memberikan respon, meski pesan Whatsapp dengan tanda terbaca sudah dibuka.(Tim IJT).