Pemkab Bangka Selatan dan BBPOM Pangkalpinang Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan
TROPEDO.ID – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menerima audiensi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pangkalpinang di Ruang Kerja Wakil Bupati Bangka Selatan, Selasa (11/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mengoptimalkan pengawasan obat dan makanan sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat.
Audiensi dipimpin langsung Wakil Bupati Bangka Selatan, Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M., didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Haris Setiawan, S.Pi., M.T., serta sejumlah kepala dan perwakilan perangkat daerah terkait.
Sementara dari BBPOM Pangkalpinang, rombongan dipimpin Kepala BBPOM Pangkalpinang, Alex Sander, S.Farm., Apt., M.H., bersama jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya rencana pelaksanaan Program Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA), integrasi Si DULANG POM (Sistem Digital Layanan Informasi Publik BBPOM Pangkalpinang) pada Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bangka Selatan, penguatan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM), hingga langkah teknis pengawasan obat dan makanan di seluruh wilayah Bangka Selatan.
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, menyambut baik audiensi tersebut. Menurutnya, pengawasan obat dan makanan merupakan bagian penting dalam memberikan jaminan perlindungan kepada masyarakat serta memastikan produk yang beredar memenuhi ketentuan keamanan dan mutu.
“Kami menyambut baik hadirnya jajaran BBPOM Pangkalpinang. Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan siap bersinergi dan mendukung penuh, terutama dalam penguatan program Pangan Aman serta menghadirkan layanan digital Si DULANG POM di Mal Pelayanan Publik untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi publik,” ujar Debby.
Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor perlu dilakukan secara berkelanjutan agar setiap persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera dievaluasi dan ditindaklanjuti bersama.
Menurut Debby, edukasi kepada masyarakat juga harus terus diperkuat. Pengawasan obat dan makanan, kata dia, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam memilih, menggunakan, serta mengawasi produk yang beredar.
“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, BBPOM, pelaku usaha, dan masyarakat, kita berharap pengawasan obat dan makanan dapat semakin optimal dan pada akhirnya dapat mewujudkan masyarakat Bangka Selatan yang sehat,” tambahnya.
BBPOM Ungkap Sejumlah Temuan di Lapangan
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBPOM Pangkalpinang Alex Sander menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah. Sinergi tersebut dinilai diperlukan agar pengawasan obat dan makanan dapat berjalan secara optimal hingga ke tingkat masyarakat.
BBPOM Pangkalpinang juga memaparkan sejumlah hasil pemantauan dan temuan lapangan terkait komoditas yang belum memenuhi ketentuan dan standar keamanan.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain peredaran produk kosmetik tanpa izin edar, penjualan jamu keliling atau mobil jamu berjalan yang belum sepenuhnya memenuhi aspek higienitas dan keamanan pangan, serta produk terasi yang berpotensi menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya.
Selain pengawasan pangan dan kosmetik, BBPOM Pangkalpinang turut menyoroti distribusi obat keras, khususnya antibiotik. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting untuk mencegah resistensi antibiotik maupun penyalahgunaan obat.
Dalam hal ini, apotek juga memiliki kewajiban memastikan penyerahan antibiotik dilakukan sesuai ketentuan, termasuk berdasarkan resep dokter untuk jenis obat yang memang mensyaratkannya.
Sinergi Diperkuat hingga ke Masyarakat
Pemkab Bangka Selatan dan BBPOM Pangkalpinang sepakat memperkuat sistem pengawasan secara menyeluruh, mulai dari pembinaan, edukasi, pemantauan hingga tindak lanjut terhadap temuan di lapangan.
Perangkat daerah dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pangan dan obat yang aman. Pengawasan yang efektif dinilai tidak cukup hanya dilakukan melalui pemeriksaan, tetapi harus dibarengi peningkatan pemahaman masyarakat dan pembinaan terhadap pelaku usaha.
Melalui audiensi tersebut, berbagai agenda teknis yang telah dibahas akan ditindaklanjuti melalui koordinasi antara perangkat daerah terkait dan BBPOM Pangkalpinang.
Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengawasan obat dan makanan yang lebih efektif, pelayanan publik yang responsif, serta perlindungan kesehatan masyarakat yang semakin kuat di Kabupaten Bangka Selatan.
Pemkab Bangka Selatan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya pangan yang aman serta obat dan makanan yang memenuhi ketentuan. Dengan penguatan sinergi lintas sektor, masyarakat diharapkan semakin sadar dan berperan aktif dalam memilih produk yang aman dan berkualitas.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Bangka Selatan yang sehat, terlindungi, dan berkualitas.
Sumber: Diskominfo Bangka Selatan

Tinggalkan Balasan