Keruhnya Air Baku SPAM Baher Diduga Akibat Aktivitas Tambang Timah, Pengawas Lapangan Mengaku Sudah Melapor ke Satpol PP
TROPEDO.ID — Kondisi sumber air baku Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Baher dilaporkan mengalami kekeruhan yang diduga dipicu oleh aktivitas penambangan (ngelimbang) timah,di sekitar kawasan sumber air. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kualitas pasokan air bersih bagi masyarakat.
Pengawas Lapangan SPAM Baher, Vina, mengatakan bahwa kekeruhan air terjadi akibat adanya aktivitas penambangan timah yang diduga dilakukan di area sumber air bersih spam baher. Menurutnya, persoalan tersebut telah dilaporkan kepada atasannya kepala dinas dan sudah di teruskan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka Selatan agar segera ditindaklanjuti.
“Kondisi air baku SPAM Baher saat ini keruh akibat aktivitas penambangan timah. Kami sudah melaporkan persoalan ini kepada atasan pak Elpan dan suda diteruskan ke Satpol PP untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Vina.
Ia menjelaskan, apabila aktivitas penambangan terus berlangsung tanpa pengawasan dan penertiban, kualitas air baku berpotensi semakin menurun. Dampaknya tidak hanya menyulitkan proses pengolahan air bersih, tetapi juga dapat memengaruhi pelayanan kepada masyarakat sebagai pelanggan SPAM.
Selain menyebabkan sedimentasi dan kekeruhan, aktivitas tambang di sekitar sumber air dinilai berpotensi mengganggu kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, langkah cepat dari instansi terkait dinilai penting guna melindungi kawasan sumber air baku yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera melakukan pengecekan di lapangan dan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan aktivitas penambangan yang melanggar ketentuan. Penertiban dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan sumber air baku SPAM Baher agar tetap mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Satpol PP Kabupaten Bangka Selatan terkait tindak lanjut atas laporan tersebut. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan.**

Tinggalkan Balasan