Video Dugaan Sengketa Lahan di Desa Jerji Viral di TikTok, Pemkab Bangka Selatan Siapkan Mediasi
TROPEDO.ID — Desa Jerji, Kabupaten Bangka Selatan, kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah video dugaan penyerobotan lahan viral di media sosial TikTok. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok bernama Riky42249 dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat dunia maya.
Dalam video yang beredar luas itu, terlihat aktivitas perkebunan kelapa sawit di area lahan yang disebut-sebut menjadi objek sengketa antara Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Jerji dengan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah tersebut.
Narasi dalam unggahan tersebut langsung menyita perhatian warganet dan memunculkan berbagai spekulasi terkait status kepemilikan lahan di Desa Jerji.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sengketa lahan tersebut mencakup area seluas sekitar 275 hektar yang diklaim oleh Gapoktan Desa Jerji. Persoalan itu kini tengah menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, mengatakan pihaknya akan memanggil kedua belah pihak untuk membahas penyelesaian sengketa tersebut.
“Ini sedang kita bahas untuk penyelesaian sengketa itu,” kata Risvandika saat dikonfirmasi wartawan terkait aksi Gapoktan Desa Jerji di Toboali, Minggu (17/5/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berencana memfasilitasi pertemuan antara Gapoktan, pihak perusahaan, serta pemerintah desa guna mencari solusi terbaik atas persoalan tersebut.
“Rencananya Rabu (20/5) kita panggil ke pemda,” ujarnya.
Menurut Risvandika, penyelesaian sengketa lahan itu nantinya juga akan melibatkan sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, khususnya yang berkaitan dengan usaha perkebunan dan legalitas lahan.
“Ada beberapa instansi dari pemda yang dilibatkan terkait usaha perkebunan ini yang akan membahas soal sengketa itu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bangka Selatan, Kartika, mengaku pihaknya masih melakukan pengecekan terkait perusahaan yang dimaksud dalam sengketa tersebut.
“Tunggu sebentar, kita cek terlebih dahulu perusahaan yang mana karena banyak perusahaan yang berusaha di daerah itu,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Gapoktan Desa Jerji belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi wartawan guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi dalam pemberitaan.
Kasus sengketa lahan di Desa Jerji ini kini menjadi perhatian masyarakat, terutama setelah viral di media sosial. Warga berharap seluruh pihak dapat menempuh jalur dialog dan penyelesaian hukum yang adil agar situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan gejolak sosial di tengah masyarakat desa.(Tim)
Tinggalkan Balasan