Apel Deklarasi Penolakan Geng Motor di Alun-Alun Simpang 5 Toboali
TROPEDO.ID — Polres Bangka Selatan bersama Forkopimda, pelajar, dan elemen masyarakat menggelar Apel Deklarasi Penolakan Geng Motor di Alun-Alun Simpang 5 Toboali, Kamis (23/1/2024) pukul 07.30 WIB.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk komitmen untuk mengantisipasi dan mencegah aktivitas negatif geng motor di wilayah Bangka Selatan.
Apel ini dihadiri oleh Kapolres Bangka Selatan AKBP Trihanto Nugroho, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, Kasi Intel Kejari Bangka Selatan Michael Y.P. Tampubolon, Kasdim Kodim 0432 Mayor Arm Frengky Triwibowo, serta pejabat lainnya dari instansi terkait. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh pelajar dari berbagai sekolah dan perwakilan geng motor.
Kapolres Bangka Selatan AKBP Trihanto Nugroho dalam amanatnya menyampaikan apresiasi atas partisipasi semua pihak dalam deklarasi ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Forkopimda dan masyarakat. Fenomena geng motor yang sering melibatkan pelajar menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama. Aktivitas geng motor tidak hanya meresahkan, tetapi juga berpotensi mengarah pada tindakan kriminal hingga menyebabkan kehilangan nyawa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen untuk bersinergi menciptakan situasi keamanan yang kondusif. “Mari kita berkomitmen bersama untuk mencegah dan menghilangkan keberadaan geng motor di Bangka Selatan. Sinergi antara pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat sangat diperlukan,” tegasnya.
Dalam apel tersebut, dilakukan pembacaan deklarasi penolakan geng motor yang diikuti seluruh peserta. Deklarasi ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen oleh perwakilan geng motor, antara lain Tagana, Broker, Selatan Pride, dan kelompok lainnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 08.30 WIB ini berjalan aman dan kondusif. Deklarasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan sinergitas antara institusi dan masyarakat untuk memberantas aktivitas geng motor di Bangka Selatan.
Dengan adanya apel ini, Polres Bangka Selatan menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi permasalahan sosial yang melibatkan remaja. Selain sebagai upaya preventif, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan edukasi kepada pelajar dan masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas yang merugikan. **
Tinggalkan Balasan