FGD Bahas Indikator Kesehatan dan Fertilitas Remaja di Bangka Selatan
TROPEDO.ID — Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Bangka Selatan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas indikator kesehatan dan fertilitas remaja. Acara berlangsung di Ruang Rapat Bappelitbangda Bangka Selatan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kepala Bappelitbangda, Ir. Herman, SP., M.Eng., mengapresiasi upaya BPS dalam menyelenggarakan FGD ini. Menurut Herman, forum ini bertujuan memperdalam proses pengumpulan data yang relevan, khususnya terkait indikator kematian ibu dan fertilitas remaja. Data tersebut menjadi acuan penting untuk pengukuran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024-2029 serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Bangka Selatan dipilih sebagai wilayah sampel untuk dilakukan pencermatan lebih dalam. Kami mencatat isu pernikahan usia dini menjadi salah satu akar dari sejumlah masalah kesehatan, seperti gizi buruk, stunting, kematian ibu melahirkan, dan angka kematian bayi,” ungkap Herman.
Indikator Total Fertility Rate (TFR) di Bangka Selatan tercatat sebesar 2,15, sedangkan Angka Kelahiran Remaja (ASFR) berada di angka 32,4. Diskusi juga mencakup langkah intervensi dari berbagai pihak, seperti peningkatan cakupan layanan kesehatan, advokasi kepada remaja, serta pengelolaan data yang lebih berkualitas. “Kami berharap kegiatan ini memperkuat komitmen semua stakeholder untuk bersama-sama mengatasi persoalan ini,” tambahnya.
FGD ini juga menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Survei Antar Sensus (SUPAS) pada tahun 2025 mendatang. Kasubag Tata Usaha BPS Bangka Selatan, Imam Hidayat, menyampaikan harapannya agar SUPAS dapat berjalan lancar dan menghasilkan data berkualitas sebagai bahan perumusan kebijakan pembangunan daerah.
“Kegiatan ini penting untuk memastikan data yang kita kumpulkan akurat dan dapat digunakan dalam merancang kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Imam.
Turut hadir dalam FGD tersebut, perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Kantor Kementerian Agama, beberapa kecamatan, serta perwakilan desa. Tim dari BPS Pusat juga ikut berkontribusi dalam diskusi.
Dengan kolaborasi yang kuat antar stakeholder, diharapkan Bangka Selatan mampu mengatasi tantangan kesehatan, khususnya terkait permasalahan fertilitas remaja dan kematian maternal. **
Tinggalkan Balasan