TPID Bangka Selatan Gelar Operasi Pasar Murah, Stabilkan Harga Jelang Ramadan
TROPEDO.ID — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menggelar operasi pasar murah sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok di pasaran.
Kegiatan operasi pasar murah ini dilaksanakan sebagai bentuk antisipasi menghadapi potensi kenaikan harga menjelang bulan suci Ramadan, periode yang kerap diiringi meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka Selatan, Hepi Nuranda, Kamis (5/2/2026).
“Operasi pasar murah ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi, khususnya menjelang Ramadan, di mana kebutuhan masyarakat biasanya meningkat,” ujar Hepi Nuranda.
Dalam operasi pasar tersebut, TPID Bangka Selatan bekerja sama dengan Bulog dalam penyediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Bulog menyiapkan stok sebanyak 1.750 kilogram atau sekitar 350 karung beras SPHP yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp59.000 per karung. Selain itu, tersedia juga beras premium “Beras Kita” seharga Rp76.000 per kemasan lima kilogram.
Tidak hanya beras, berbagai bahan pokok lainnya juga dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Di antaranya tepung terigu seharga Rp12.000 per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta kecap Rp20.000 per kemasan.
Sementara itu, komoditas hortikultura juga mendapat perhatian. Bawang merah dijual Rp32.000 per kilogram, bawang putih Rp31.000 per kilogram, dan bawang bombai Rp29.000 per kilogram. Untuk komoditas cabai, cabai besar dijual Rp39.000 per kilogram dan cabai kecil Rp75.000 per kilogram. Selain itu, tersedia wortel seharga Rp14.000 per kilogram, tomat Rp16.000 per kilogram, serta kentang Rp12.000 per kilogram.
“Selain bahan pokok utama, masyarakat juga bisa mendapatkan berbagai jenis buah dan sayur mayur dengan harga yang relatif lebih murah,” jelas Hepi.
Sekda Basel menambahkan, pelaksanaan operasi pasar murah ini juga bertepatan dengan rangkaian tradisi masyarakat menjelang Ramadan, seperti tradisi Ruwahan di bulan Sya’ban yang rutin digelar di hampir setiap desa di Bangka Selatan. Tradisi tersebut biasanya memicu peningkatan kebutuhan bahan pokok secara serentak.
“Harapannya, operasi pasar murah ini dapat meringankan beban masyarakat. Kita tahu, menjelang Ramadan dan tradisi keagamaan, harga kebutuhan pokok sering kali naik bersamaan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menegaskan komitmennya dalam menjaga daya beli masyarakat serta memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan, sehingga inflasi daerah tetap terkendali dan masyarakat dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan lebih tenang.(Ilh)

Tinggalkan Balasan