Pemuda Hilang Terseret Ombak di Pantai Teluk Uber, Tim SAR Gabungan Kerahkan Drone Thermal
TROPEDO.ID — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang resmi membuka operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap seorang pemuda yang dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Teluk Uber, Kabupaten Bangka, Selasa (13/1/2026) sore. Korban diketahui bernama Muhammad Aditya Tri Nugroho (19), warga setempat yang hilang saat berenang bersama teman-temannya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.45 WIB. Berdasarkan keterangan yang diterima petugas SAR, korban saat itu sedang mandi laut bersama tiga orang rekannya. Namun, tanpa diduga, gelombang besar disertai arus kuat tiba-tiba menyeret korban ke arah tengah laut.
Kepala Kansar Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menjelaskan bahwa salah satu rekan korban, Sofian, juga sempat terseret arus. Beruntung, Sofian berhasil menyelamatkan diri dengan menggapai bebatuan di sekitar pantai. Sementara itu, Aditya tidak mampu melawan kuatnya arus dan akhirnya hilang dari pantauan.
“Korban terseret arus kuat ke tengah laut dan menghilang akibat kondisi gelombang yang sedang tinggi. Rekannya berhasil menyelamatkan diri,” ujar Mikel.
Usai menerima laporan dari pihak keluarga, Kansar Pangkalpinang langsung mengerahkan satu tim rescue menuju lokasi kejadian dengan titik koordinat 1°52’18.80″S 106°10’11.45″E. Setibanya di lokasi, tim SAR segera melakukan koordinasi dengan berbagai unsur potensi SAR yang telah bersiaga.
Operasi pencarian melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, Satpolairud Polres Bangka, TNI AD, BPBD Kabupaten Bangka, SAR Brimob Kompi C Sungailiat, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangka, Laskar Sekaban, serta aparat desa setempat.
Untuk memaksimalkan pencarian pada hari pertama, tim mengerahkan sejumlah alat utama sistem SAR (alutsista). Penyisiran dilakukan menggunakan Rubber Boat milik Basarnas dan Laskar Sekaban guna menjangkau area perairan. Selain itu, drone thermal milik Basarnas turut diterjunkan untuk membantu pencarian dari udara dengan memanfaatkan sensor panas.
Mikel menegaskan bahwa kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam operasi ini.
“Cuaca kurang bersahabat dengan gelombang yang cukup besar menjadi hambatan utama. Meski begitu, kami tetap mengoptimalkan upaya pencarian, termasuk menggunakan drone thermal untuk memantau area dari udara,” tegasnya
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pemantauan dan penyisiran di sekitar Pantai Teluk Uber. Operasi pencarian dilaksanakan dengan mengedepankan faktor keselamatan seluruh personel, mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis.
Pihak Basarnas juga mengimbau masyarakat dan pengunjung pantai agar selalu waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan arus laut yang berbahaya, terutama saat kondisi cuaca ekstrem. Upaya pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan.(Ril)
Tinggalkan Balasan