Dorong Ekonomi Pesisir, Desa Tukak Bangka Selatan Jadi Lokasi Percontohan Kampung Nelayan Merah Putih
TROPEDO.ID — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan tengah mempersiapkan penyambutan kedatangan Menteri Koperasi serta Menteri Kelautan dan Perikanan terkait penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan peletakan batu pertama Sentra Pengolahan Usaha Nelayan (SPUN) Koperasi Nelayan Merah Putih di Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai. Rabu, (3/12/2025).
Pembangunan fasilitas ini menjadi bagian dari program nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
MoU Siap Ditandatangani dalam Pekan Ini
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Kelautan dan Perikanan Bangka Selatan, Risvandika, memastikan proses penandatanganan MoU akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia menegaskan bahwa semua persiapan teknis maupun administrasi telah berjalan sesuai jadwal.
Menurut Risvandika, percepatan penandatanganan MoU menjadi langkah kunci agar pembangunan KNMP di Desa Tukak dapat segera dimulai. “Upaya ini sekaligus menandai komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program pemberdayaan nelayan dan penguatan ekonomi pesisir,” terangnya.
Persiapan Lokasi dan Koordinasi Lintas Sektor
Pemkab Bangka Selatan telah melakukan sejumlah persiapan menyambut kedatangan dua menteri tersebut. Risvandika menjelaskan bahwa tim teknis di daerah sudah menuntaskan pengecekan lahan, perencanaan pembangunan SPUN, serta penyusunan dokumen-dokumen pendukung.
Selain itu, rapat koordinasi bersama berbagai pihak juga telah dilaksanakan untuk memastikan kesiapan Desa Tukak sebagai daerah yang akan dikembangkan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih. Melalui rapat tersebut, pemerintah daerah bersama perangkat desa, dinas terkait, hingga lembaga teknis lainnya menyelaraskan langkah agar pembangunan dapat berjalan optimal.
Desa Tukak Dipilih karena Potensi Besar Wilayah Pesisir
Bangka Selatan dikenal sebagai wilayah dengan garis pantai yang panjang dan dihuni masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan. Kondisi geografis tersebut menjadi dasar kuat bagi pemerintah daerah untuk mengusulkan Desa Tukak sebagai lokasi KNMP di Provinsi Bangka Belitung.
Risvandika menuturkan bahwa wilayah pesisir Bangka Selatan memiliki potensi strategis untuk dikembangkan melalui program nasional tersebut. Mulai dari kekayaan hasil laut, aktivitas penangkapan ikan, hingga potensi usaha pengolahan, semuanya menjadi faktor pendukung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Dorongan Memperkuat Tata Niaga dan Pemberdayaan Nelayan
Melalui kehadiran KNMP, pemerintah daerah berharap dapat memperluas akses pasar bagi nelayan lokal serta meningkatkan efektivitas tata niaga hasil laut. Program ini juga diharapkan mampu menghadirkan fasilitas pengolahan modern yang lebih terintegrasi sehingga meningkatkan nilai tambah produk perikanan.
Risvandika menegaskan bahwa MoU dan pembangunan SPUN menjadi bagian dari strategi besar Bangka Selatan untuk mendorong keberlanjutan ekonomi pesisir. “Dengan adanya kampung nelayan berbasis pemberdayaan, peluang usaha masyarakat diharapkan dapat berkembang lebih luas,” ujarnya.
Harapan Tumbuhnya Kampung Nelayan Baru di Bangka Selatan
Pemerintah daerah optimistis pembangunan KNMP Desa Tukak akan memberi dampak positif bagi masyarakat. Selain membuka peluang usaha baru, program ini diharapkan mampu menginspirasi terbentuknya kampung-kampung nelayan Merah Putih lainnya di Bangka Selatan.
Risvandika berharap penetapan Desa Tukak sebagai Kampung Nelayan Merah Putih membawa harapan baru bagi masyarakat pesisir. Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, pembangunan sektor kelautan diyakini dapat berlangsung lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan nelayan.(*)

Tinggalkan Balasan