TROPEDO.ID — Kabupaten Bangka Selatan saat ini memiliki 102 koperasi yang terdaftar, namun hanya 68 koperasi yang dinilai aktif menjalankan kegiatannya. Sebanyak 34 koperasi lainnya terpantau masih kurang aktif. Untuk mengatasi hal ini, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bangka Selatan mengambil langkah serius dengan menggencarkan program pembinaan intensif guna mendorong seluruh koperasi kembali aktif dan berkontribusi bagi perekonomian daerah.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, melalui Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Mukti Agusman, menjelaskan bahwa pihaknya akan melaksanakan pelatihan intensif hingga akhir tahun 2024. “Kami berkomitmen turun ke lapangan dan bertemu langsung dengan pengelola koperasi di delapan kecamatan hingga Desember 2024,” ujar Mukti Agusman.

Dalam upaya ini, Dinas telah membentuk tim khusus yang terdiri dari Kepala Bidang Koperasi dan petugas lapangan (PPL). Mereka akan memberikan pendampingan langsung kepada pengelola koperasi dengan fokus pada pelatihan manajemen koperasi, pengelolaan keuangan, dan strategi pengembangan produk yang kompetitif.

“Kami ingin memastikan koperasi-koperasi ini memiliki struktur organisasi yang kuat dan menghasilkan produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar,” jelas Mukti.

Selain itu, koperasi yang mendapat pembinaan akan diarahkan untuk mengelola usaha secara lebih produktif dan efisien. Mukti berharap langkah ini dapat mengubah koperasi yang kurang aktif menjadi entitas yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Diharapkan koperasi yang sebelumnya kurang aktif bisa bertransformasi menjadi lebih efisien, produktif, dan mampu bersaing di pasar,” tambahnya.

Menurut Mukti, koperasi memiliki peran penting dalam menopang perekonomian lokal di Bangka Selatan. Oleh karena itu, melalui pelatihan yang intensif dan berkesinambungan, Dinas berharap koperasi di daerah tersebut dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian lokal.

Dinas Koperasi Bangka Selatan juga akan terus memantau perkembangan koperasi yang mendapat pembinaan untuk memastikan keberlanjutan program. “Kami siap memberikan dukungan penuh agar koperasi dapat tumbuh mandiri dan berkembang sesuai potensinya masing-masing,” ungkap Mukti.

Melalui program ini, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bangka Selatan berharap koperasi yang kurang aktif dapat berkembang menjadi penggerak perekonomian daerah yang handal dan inovatif, membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. **