Tujuh Titik Kampung Nelayan Merah Putih di Bangka Selatan Dibangun, Pengawasan Libatkan Pusat dan Daerah
- Proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 di Bangka Selatan bernilai Rp26,29 miliar dan menyasar tujuh titik di empat kecamatan.
- Enam titik dikerjakan PT Laksana Aneka Sarana; progres tertinggi di Desa Tanjung Sangkar (42,77 persen), terendah di Kelurahan Tanjung Ketapang (11,73 persen).
- Pengawasan melibatkan KKP, DPR RI, Kejaksaan Agung, BPKP, dan Forkopimda agar proyek sesuai mutu, anggaran, dan waktu.
TROPEDO.ID – Pembangunan proyek strategis Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2026 di Kabupaten Bangka Selatan mulai bergulir dengan total anggaran mencapai Rp26,29 miliar. Program ini menyasar tujuh titik lokasi di empat kecamatan untuk meningkatkan infrastruktur maritim sekaligus mendukung produktivitas dan kesejahteraan nelayan.
Empat kecamatan yang menjadi sasaran pembangunan tersebut meliputi Toboali, Tukak Sadai, Lepar, dan Kepulauan Pongok. Berbagai fasilitas penunjang aktivitas perikanan akan dibangun, mulai dari pabrik es, shelter pendaratan ikan, kios perbekalan, hingga fasilitas tambatan perahu.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bangka Selatan, Dedi Yunihardi, membenarkan bahwa sebagian besar paket pekerjaan fisik proyek tersebut dipercayakan kepada PT Laksana Aneka Sarana (PT LAS).
“Benar, PT LAS bertindak sebagai kontraktor pelaksana di Bangka Selatan. Dari keseluruhan paket, enam titik dikerjakan oleh PT LAS,” ujar Dedi, Jumat (23/10/2026).
Progres Pembangunan KNMP di Sejumlah Wilayah
Berdasarkan data progres pekerjaan yang disampaikan, pembangunan KNMP di sejumlah desa dan kelurahan menunjukkan capaian yang bervariasi.
Di Kecamatan Lepar, pembangunan di Desa Tanjung Sangkar mencatatkan progres tertinggi, yakni 42,77 persen, dengan nilai anggaran sebesar Rp4,24 miliar.
Sementara itu, di Kecamatan Toboali, pekerjaan di Desa Kepoh memiliki nilai anggaran Rp2,92 miliar dengan progres mencapai 37,65 persen. Di Desa Serdang, proyek senilai Rp3,36 miliar telah mencapai progres 30,58 persen.
Adapun pembangunan di Kelurahan Tanjung Ketapang, dengan anggaran Rp2,69 miliar, tercatat mencapai progres 11,73 persen.
Di Kecamatan Tukak Sadai, pembangunan KNMP di Desa Sadai memiliki nilai anggaran Rp4,67 miliar dengan progres pekerjaan sebesar 31,24 persen.
Sementara di Kecamatan Kepulauan Pongok, pembangunan di Desa Celagen menyerap anggaran terbesar di antara lokasi yang disebutkan, yakni Rp4,80 miliar. Progres pengerjaannya tercatat sebesar 17,74 persen.
Perbedaan capaian tersebut menjadi gambaran perkembangan pekerjaan fisik di masing-masing lokasi. Pelaksanaan proyek diharapkan terus berjalan sesuai tahapan dan memenuhi ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
Pengawasan Libatkan Pemerintah Pusat dan Daerah
Sebelumnya, kesiapan pelaksanaan proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Bangka Selatan telah dipaparkan dalam pertemuan koordinasi di Kantor Bupati Bangka Selatan.
Pertemuan tersebut dihadiri Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr. Ade Tajudin Sutiawarman, Anggota Komisi IV DPR RI Daerah Pemilihan Bangka Belitung Melati, serta Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid dan Wakil Bupati Debby Vita Dewi.
Pengawasan pelaksanaan pembangunan juga melibatkan sejumlah unsur lintas lembaga, di antaranya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Kejaksaan Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat, Bappisus, tim konsultan pengawas, serta jajaran direksi penyedia jasa.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan pengawasan, sehingga pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi mutu pekerjaan, penggunaan anggaran, maupun ketepatan waktu penyelesaian.
Diharapkan Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Nelayan
Pembangunan KNMP menjadi salah satu upaya memperkuat infrastruktur perikanan di wilayah pesisir Bangka Selatan. Keberadaan fasilitas pendukung diharapkan mampu membantu nelayan dalam menjalankan aktivitas usaha, mulai dari penanganan hasil tangkapan hingga pemenuhan kebutuhan logistik melaut.
Fasilitas pabrik es, misalnya, diharapkan mendukung ketersediaan es untuk menjaga kesegaran ikan. Sementara itu, shelter pendaratan ikan dan tambatan perahu diharapkan dapat menunjang aktivitas bongkar muat hasil tangkapan serta memberikan kemudahan bagi nelayan saat bersandar.
Di sisi lain, kios perbekalan diharapkan membantu memenuhi kebutuhan nelayan sebelum melaut.
Dengan total anggaran mencapai Rp26,29 miliar, masyarakat pesisir menantikan agar pembangunan tersebut tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga menghasilkan fasilitas yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Keberhasilan program ini pada akhirnya akan ditentukan oleh kualitas infrastruktur, efektivitas pengelolaan, serta sejauh mana fasilitas yang dibangun mampu memberikan manfaat nyata bagi nelayan dan perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Bangka Selatan.
(Red)



Tinggalkan Balasan