Pemkab Bangka Selatan Ikuti Kick Off Meeting Evaluasi RIDPN, Fokus Perkuat Destinasi Wisata Nasional
TROPEDO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan mengikuti rapat permulaan (Kick Off Meeting) pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) melalui zoom meeting bersama kementerian dan instansi terkait, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama di Ruang Studio Perencanaan Pulau Kelapan BAPPELITBANGDA Kabupaten Bangka Selatan dan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam pelaksanaan Rencana Aksi Tahap 1 (2023–2024).
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden tentang RIDPN pada lima Destinasi Pariwisata Prioritas, yakni Lombok–Gili Tramena, Manado–Likupang, Bangka Belitung, Borobudur–Yogyakarta–Prambanan, serta Danau Toba.
Sesuai ketentuan, pelaksanaan program pada kawasan tersebut harus diawasi dan dievaluasi secara berkala oleh unsur kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
Kepala BAPPELITBANGDA Kabupaten Bangka Selatan, Ari Sutanto, S.Si., MT, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan terlaksananya rencana induk berjalan sesuai sasaran serta memberikan dampak nyata bagi daerah.
“Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional pada lima Destinasi Pariwisata Prioritas, perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi bersama instansi pelaksana dari unsur kementerian/lembaga, OPD, dan instansi terkait lainnya,” ujarnya.
Ari Sutanto menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengikuti kegiatan tersebut secara bersama sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program pengembangan pariwisata.
Lebih jauh, Ari Sutanto menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan dan evaluasi ini penting untuk mencermati pencapaian sekaligus menyiapkan laporan realisasi program yang telah berjalan.
“Kegiatan ini penting, bertujuan untuk mencermati dan menyiapkan laporan realisasi dari rencana aksi tersebut, guna meningkatkan penguatan daya saing destinasi pariwisata Bangka Selatan, khususnya Pengembangan Key Tourism Area (KTA) 1 destinasi Toboali–Lepar Pongok,” imbuhnya.
Selain itu, Ia mengatakan bahwa pemerintah daerah juga mulai mempersiapkan langkah lanjutan melalui penyusunan program tahap berikutnya. “Selain menyiapkan laporan Rencana Aksi Tahap 1, juga akan dilakukan penyusunan Rencana Aksi Tahap 2 (2025–2029) dengan fokus percepatan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan pariwisata,” ungkapnya.
Ari Sutanto menegaskan, sasaran utama tahap lanjutan tersebut adalah peningkatan kinerja sektor pariwisata secara menyeluruh. “Program ini diarahkan pada peningkatan jumlah wisatawan, lama tinggal wisatawan, serta peningkatan pendapatan pariwisata daerah,” tutupnya.
Fokus pengembangan diarahkan pada kawasan strategis Toboali – Lepar Pongok yang dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak utama sektor pariwisata di Bangka Selatan.
Melalui evaluasi dan perencanaan berkelanjutan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berkomitmen memperkuat daerah menjadi salah satu destinasi unggulan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.(**)
Tinggalkan Balasan