Pemkab Bangka Selatan Siapkan Empat Jenis Pupuk Subsidi untuk Dukung Ketahanan Pangan
TROPEDO.ID — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memastikan ketersediaan kuota pupuk subsidi tahun 2026 dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan para petani di seluruh wilayah kecamatan.
Melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, pemerintah daerah menyiapkan empat jenis pupuk subsidi guna mendukung peningkatan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Distribusi pupuk dilakukan berdasarkan kebutuhan riil petani, luas lahan, hingga karakteristik komoditas pertanian di masing-masing wilayah.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, mengatakan total alokasi pupuk subsidi tahun 2026 terdiri dari pupuk urea sebanyak 1.685.198 kilogram atau sekitar 1.685,2 ton dan pupuk NPK sebesar 3.874.690 kilogram atau sekitar 3.874,7 ton.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan pupuk NPK formula khusus sebanyak 5.053 kilogram atau sekitar 5,05 ton serta pupuk organik mencapai 1.378.795 kilogram atau sekitar 1.378,8 ton.
“Untuk tahun ini secara kuota Kabupaten Bangka Selatan mendapatkan empat jenis pupuk subsidi, yakni urea, NPK, NPK formula khusus dan pupuk organik,” kata Risvandika, Senin (11/5/2026).
Kecamatan Toboali Jadi Penerima Pupuk Subsidi Terbesar
Berdasarkan data alokasi yang telah ditetapkan, Kecamatan Toboali menjadi wilayah penerima pupuk subsidi terbesar di Kabupaten Bangka Selatan. Total alokasi yang diterima mencapai 3.097.700 kilogram atau sekitar 3.097,7 ton.
Jumlah tersebut terdiri dari 931.900 kilogram pupuk urea dan 2.165.800 kilogram pupuk NPK.
Sementara itu, Kecamatan Pulau Besar menjadi penerima terbesar kedua dengan total alokasi mencapai 2.172.700 kilogram atau sekitar 2.172,7 ton. Rinciannya yakni 433.300 kilogram pupuk urea, 934.000 kilogram pupuk NPK, serta 805.400 kilogram pupuk organik.
Untuk Kecamatan Airgegas, total pupuk subsidi yang dialokasikan mencapai 724.503 kilogram atau sekitar 724,5 ton. Jumlah tersebut terdiri dari 177.550 kilogram pupuk urea, 408.000 kilogram pupuk NPK, 5.053 kilogram pupuk NPK formula khusus, serta 133.900 kilogram pupuk organik.
Sedangkan Kecamatan Lepar memperoleh total alokasi pupuk subsidi sebesar 708.200 kilogram atau sekitar 708,2 ton. Rinciannya meliputi 110.000 kilogram pupuk urea, 262.400 kilogram pupuk NPK, dan 335.800 kilogram pupuk organik.
Distribusi Disesuaikan dengan Luas Lahan dan Komoditas
Kecamatan Tukak Sadai mendapatkan alokasi pupuk subsidi sebanyak 90.500 kilogram yang terdiri dari 15.900 kilogram pupuk urea, 36.400 kilogram pupuk NPK, dan 38.200 kilogram pupuk organik.
Sementara Kecamatan Simpang Rimba menerima 85.600 kilogram pupuk subsidi, terdiri dari 13.700 kilogram pupuk urea, 31.300 kilogram pupuk NPK, dan 40.600 kilogram pupuk organik.
Di Kecamatan Payung, total alokasi pupuk subsidi mencapai 46.600 kilogram. Jumlah tersebut terdiri dari 30.300 kilogram pupuk NPK dan 16.300 kilogram pupuk organik tanpa alokasi pupuk urea maupun NPK formula khusus.
Adapun Kecamatan Kepulauan Pongok menjadi wilayah dengan alokasi paling kecil, yakni 17.933 kilogram atau sekitar 17,9 ton. Alokasi tersebut terdiri dari 2.848 kilogram pupuk urea, 6.490 kilogram pupuk NPK, dan 8.595 kilogram pupuk organik.
Risvandika menegaskan pembagian pupuk subsidi telah mempertimbangkan luas lahan pertanian serta jenis komoditas yang dikembangkan oleh petani di masing-masing kecamatan.
“Pembagian ini sudah mempertimbangkan luas lahan dan jenis komoditas yang dikembangkan petani,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap distribusi pupuk subsidi yang tepat sasaran dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga stabilitas hasil panen, serta mendorong kesejahteraan petani di daerah tersebut.(Tim)



Tinggalkan Balasan